Galas masih Galas, saat ini dia sedang duduk antara pukul sembilan dan pukul sepuluh, posisi duduknya terlihat memiliki kemampuan mengganggu siapa saja yang melihatnya, posisi kakinya tidak sempurna, kaki kiri diluruskan agak menyerong ke kanan, kaki kanannya ditekuk keluar hampir membentuk V sempurna. Tangannya terlihat acuh, hanya dibiarkan diam menyentuh lantai, seperti kain pel yang sedang dikeringkan. Matanya melirik, kiri-kanan-kiri-kanan, dia berhenti di kanan, tangannya masih acuh.
“Galas sang pendamba harimau, mau makan apa ya hari ini, tikus tidak enak, pesing. Kuku-kuku kucing buat Galas saja, mau pergi cakar sofa-sofa tua di seberang jalan. Mau makan apa ya hari ini, tikus tidak enak, pesing …” dia terus bergumam, hampir seperti sedang bersenandung.
Rumah sedang ramah, debu berkumpul membicarakan rencana masa depan, membuat reuni megah di lantai dapur. Galas masih tetap melirik ke kanan, tangannya melepaskan singgasana keacuhannya, mengambil sesuatu dari sebelah kanan, sudah seharusnya tangan kanan mengambil yang kanan. Debu juga berkumpul di benda itu, membicarakan masa depan yang lebih singkat, hitungan detik, menit, jam atau hari, mungkin mereka menyadari bahwa memilih benda kecil untuk dijadikan tempat pertemuan memiliki konsekwensi fatal. Benda itu pisau, Galas mengusap kedua sisinya. Sudah seharusnya tangan kanan mengurus yang kanan.
“Cicak gendut juga nikmat hihi, jika ekor putus bisa tumbuh lagi hihi,” Galas membenahi posisi kakinya, M sempurna.
Pisau adalah benda dingin, kadang seseorang yang membunuh menggunakan benda ini juga diberi julukan pembunuh berdarah dingin. Bukan hanya masalah pisau, ini adalah masalah keterkaitan antara pisau dan emosi, komunikasi antara keduanya, kemudian terjalin jembatan tanpa batas yang meleburkan keduanya menjadi satu arah, satu sifat, satu tujuan, dan rasa akhir yang sama.
Coba buat tebak cerita, kira-kira apa yang akan terjadi setelah tangan kanan memegang pisau, relaksasi mata sedang berlangsung, mengamati kilau pantulan dari permukannya, siapapun bebas menebak soal pikiran yang sedang tunduk atas relaksasi mata. Galas meluruskan tangan kirinya, menghadap ke atas, tempat cicak gendut bersembunyi. Sudah seharusnya tangan kanan menggerakkan yang kanan.

Halo halo kaka seaaannnn. Apakaaaaabr kaka seaaan?
BalasHapuskeripik nya mana kak hehe
Hapus