G alas namanya, seorang anak laki-laki yang kurang tampan, potongan rambutnya sepundak mirip perempuan, benar-benar lurus tanpa maskulinitas sama sekali. Dia suka dengarkan suara detik jam, seolah itu menuntunnya untuk tetap percaya bahwa akhir tidak selalu membosankan untuk ditunggu. Galas masih Galas, saat ini dia sedang duduk antara pukul sembilan dan pukul sepuluh, posisi duduknya terlihat memiliki kemampuan mengganggu siapa saja yang melihatnya, posisi kakinya tidak sempurna, kaki kiri diluruskan agak menyerong ke kanan, kaki kanannya ditekuk keluar hampir membentuk V sempurna. Tangannya terlihat acuh, hanya dibiarkan diam menyentuh lantai, seperti kain pel yang sedang dikeringkan. Matanya melirik, kiri-kanan-kiri-kanan, dia berhenti di kanan, tangannya masih acuh. “Galas sang pendamba harimau, mau makan apa ya hari ini, tikus tidak enak, pesing. Kuku-kuku kucing buat Galas saja, mau pe...