Lera. Bukan lembayung senja yang kemerah-merahan. Aku hanya sebatas lentera yang urup-urup temaram. Sangkaku, aku tiada pantas menggapai bohlam yang modern sepertimu. Namun aku salah. Kau memang bohlam. Tapi mungkin bohlam dalam negeri. Kau tertinggal jauh dari kawananmu yang sudah mengepakkan sayapnya cepat-cepat menuju arah tenggelamnya mentari. Iya, Barat. Kau bukan mereka. Mereka berlarian mengejar senja, kau hanya diam memapah kata. Kau bukan mereka. Mereka menarik harap kuat-kuat, kau malah terbang melayang bersama harapmu itu. Kau tak pernah memaksa. Hidupmu adalah selendang sutera yang terus lolos dari amarahmu. Sekalinya, kataku. Jikalau kau marah. Akan bagaimanakah sutera itu nanti. Terbakar habis ataukah menyisakan rusak yang buruk rupa. Lekas kututup pikiranku yang sedang mengandaimu bertarung dengan amarahmu. ...